Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts
Showing posts with label Wisata Alam. Show all posts

Nov 25, 2012

Mengapa batu di Racetrack Playa, Taman Nasional Death Valley, bergerak sendiri membentuk jalur?


Fenomena menarik yang memikat rasa penasaran para wisatawan untuk mengunjungi Taman Nasional Death Valley, California, AS adalah pergerakan misteri pergerakan batu. batu-batu yang ada di Racetrack Playa, Taman Nasional Death Valley bisa berpindah tempat sendiri secara misterius. Ada sekitar 162 batu yang bisa berpindah tempat sendiri, banyak yang menyebutnya batu geser. Meskipun belum ada yang melihat secara langsung bagaimana batu tersebut bergeser, setiap turis yang datang bisa melihat jalur yang terbentuk akibat pergeseran batu.

Racetrack Playa adalah sebuah danau yang datar dan telah mengering. Letaknya di sisi barat laut Taman Nasional Death Valley, California. Ketika anda berkunjung kesini dan melihat ke arah danau maka akan tampak beberapa jalur berkelok dan batu di akhir jalur. Setiap tahunnya, jalur ini akan bertambah panjang, dan menghasilkan trek atau jalur baru, seolah hasil pergerakan batu.

Menurut beberapa sumber, jalur pergerakan batu ini terbentuk akibat adanya gesekan antara dasar batu yang kasar, dengan permukaan danau yang kering. Dari jalur yang terbentuk, terlihat kalau bebatuan ini bergeser ke kanan, kiri, bahkan tak jarang ada yang berbalik arah. Panjang trek pergerakan batu juga bervariasi, tidak ada yang sama.

Jalur yang telah dibentuk ada yang mencapai hingga ratusan meter. Padahal berat batu ini mencapai 45 kg, bahkan ada yang lebih. Jalur yang terbentuk seolah menunjukkan aktivitas batu yang terus bergerak. Penasaran bukan? silahkan lihat jawabannya pada artikel penyebab batu-batu di Death Valley dapat bergerak sendiri.

Sumber gambar: amusingplanet.com

Penyebab batu-batu di Death Valley, California dapat bergerak sendiri


Sampai saat ini, masih belum ada hasil penelitian ilmiah yang bisa menjelaskan fenomena pergerakan batu di Death Valley. Aturan yang melarang studi intensif di taman nasional ini membuat para ilmuwan tidak bisa menemukan jawaban ilmiah tentang fenomena batu ini. Namun demikian, ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh berbagai pihak untuk menjawab fenomena batu bergerak ini. Berikut ini penjelasan tentang pendapat-pendapat tersebut.

Pergerakan batu di Death Valley karena efek gravitasi.
Jika diamati, permukaan Racetrack Playa tidak datar. Dataran Playa di utara ternyata lebih tinggi beberapa cm dibanding permukaan sebelah selatan. Hal inilah yang membuat beberapa orang mengatakan pergerakan batu akibat gravitasi bumi. Seperti fenimena bukit magnet dibebarapa daerah.

Danau yang jarang hujan dan berangin kencang menjadi faktor utama pergeseran batu-batu ini.
Gesekan yang terjadi antara batu dan permukaan tanah di daerah ini ternyata sangat kecil. Penyebabnya adalah kerana adanya cyanobacteria dan lapisan tanah liat yang berasal dari lumpur. Angin di Death Valley ini mempunyai kecepatan mencapai 40 m/s dan dapat menggerakkan partikel yang berukuran besar. Jika angin bergerak lurus, maka batu akan bergerak lurus. Jika angin berputar maka akan membuat pergerakan batu berbelok. Pendapat ini di dukung dengan adanya hasil penelitian di danau Owen yang menyebutkan bahwa angin mendadak dengan kecepatan 40 m/s dapat menggerakkan partikel berukuran besar. Apa lagi jika gaya gesek antara permukaan tanah dan batu sangat kecil, maka akan memudahkan batu bergeser.

Permukaan air di atas tanah yang membeku
Ada sekelompok ilmuwan muda yang menyelidiki fenomena ini dengan mengumpulkan data GPS dan data lain. Mereka menemukan kalau permukaan tanah di Death Valley, selama musim dingin, dingin dan basah. Permukaan air di atas tanah itu membeku sehingga batu-batu bergeser.

Sumber gambar : travel.detik.com

Oct 7, 2012

Proses terbentuknya Grand Canyon


Faktor awal kemunculan Grand Canyon adalah tumbukan dua lempeng. Ketika Lempeng Pasifik dan lempengan benua Amerika Utara bertumbukan, terciptalah rangkaian pegunungan purba yang sangat besar dan tinggi. Seiring waktu, pegunungan purba ini kemudian tererosi. Iklim bumi yang tak menentu mengikis keberadaan pegunungan ini.  Ketika air laut naik, pegunungan ini tenggelam ke dasar laut. Ketika laut surut pegunungan ini muncul lagi. Timbul tenggelam pegunungan ini ditandai jejak berupa lapisan di Grand Canyon.

Ketika pegunungan ini tenggelam,  pasir laut menutupinya, dan hewan-hewan laut hidup di atasnya. Ketika pegunungan ini terangkat lagi ke permukaan, endapan pasir itu tetap ada, begitu juga hewan laut di atasnya. Ini dibuktikan dari ditemukannya banyak batuan endapan (sedimen) pada Grand Canyon. Seperti yang diketahui, batu endapan ini hanya bisa terbentuk di dasar laut atau perairan dangkal. Adapun hewan-hewan laut bisa kita jumpai di lapisan teratas Grand Canyon dalam bentuk fosil. Kita bisa menemukan fosil makhluk laut seperti brachiopoda, koral, moluska, lili laut, atau cacing laut di sana.

Faktor lain yang punya andil besar membentuk Grand Canyon adalah Sungai Colorado. Ketika Dataran Tinggi Colorado terangkat setinggi 3 mil dari permukaan laut akibat aktivitas lempeng bumi, sungai ini langsung memotong Dataran Tinggi Colorado, melewati Grand Canyon. Jadi, ketika tanah di sekitar sungai terangkat ke atas, sungai ini justru membelah Colorado makin dalam. Sungai ini mengikis dinding-dinding Grand Canyon. mengerosi tebing-tebingnya. Kemampuan sungai ini mengerosi sungguh menakjubkan. Setiap harinya, Sungai Colorado melarikan setengah juta ton kikisan ke Samudera Pasifik.

Sebenarnya, jurang paling dalam di dunia bukanlah Grand Canyon yang ‘cuma’ berkedalaman 1600 meter.  Ada beberapa jurang sangat dalam lainnya. Seperti, Colca Canyon (3200 m) dan Cotahuasi Canyon (3535 m), keduanya di Peru. Namun, yang membuat Grand Canyon terkenal adalah keunikan strukturnya, warna warni lanskapnya dan sejarah bumi yang terkandung di dalamnya. Itulah sebabnya, kenapa Grand Canyon yang memiliki panjang 446 km dan lebar 6-29 km ini, dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahun. Menjadikan Grand Canyon sebagai salah satu objek wisata paling terkenal di dunia. Konon, jumlah wisatawan yang mengunjungi Grand Canyon setiap tahunnya di atas 5 juta orang.
(Sumber : http://bolehtau.wordpress.com/ dan http://id.wikipedia.org/wiki/Grand_Canyon)

Grand Canyon


Grand Canyon pertama kali dilihat oleh orang Eropa pada 1540, García López de Cárdenas dari Spanyol. Ekspedisi saintifik pertama ke canyon ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powell pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di ngarai sebagai "daun dalam buku cerita agung". Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali oleh Penduduk Asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok ngarai ini.

Grand Canyon adalah sebuah ngarai tebing-terjal, diukir oleh Sungai Colorado, di utara Arizona. Ngarai ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon; salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

Ngarai ini, diciptakan oleh Sungai Colorado memotong sebuah selat selama jutaan tahun, panjangnya kira-kira 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 29 km dan dengan kedalaman lebih dari 1.600 m. Hampir dari 2000 juta tahun sejarah Bumi telah terpotong oleh Sungai Colorado dan anak sungainya lapis demi lapis sedimen ketika Dataran Tinggi Colorado mulai terangkat.

Alam memerlukan 1,7 miliar tahun untuk membentuk Grand Canyon yang terdapat di Utara Arizona, Amerika Serikat. Proses pembentukannya melewati berbagai periode penting bumi. Perubahan iklim, timbul tenggelam benua, pembentukan gunung-gunung, dan lainnya. Setiap periode perubahan itu, menyumbang satu lapisan pada Grand Canyon. Dengan meneliti lapis demi lapis Grand Canyon, kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi di bumi kita selama 1,7 miliar tahun.
(Sumber : http://bolehtau.wordpress.com/ dan http://id.wikipedia.org/wiki/Grand_Canyon)

Apr 29, 2012

Taman Nasional Taroko, Taiwan

Taman Nasional Taroko terletak di timur Taiwan. Taman ini terletak di 3 wilayah administratif, Hualien County, Taichung County, dan Nantou County. Taman Nasional Taroko didirikan pada tanggal 28 November l986. Pembangunan taman ini mempunyai makna khusus bagi gerakan perlindungan lingkungan di Taiwan. Menurut Undang-Undang Taman Nasional Republik Cina (lulus tahun l972), taman dibentuk untuk melindungi pemandangan alam, peninggalan bersejarah dan satwa liar, untuk melestarikan sumber daya alam, dan untuk memfasilitasi penelitian ilmiah dan mempromosikan pendidikan lingkungan.

Perjalanan menuju Taroko sungguh sangat menyenangkan. Pemandangan indah membentang di depan mata. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan jalan yang berkelok-kelok akan merasa mual dan pusing. Perjalanan menuju Taroko betul-betul menyenangkan. Jalan berkelok-kelok dan panorama yang sangat indah. Anda akan membutuhkan waktu sekitar 3 jam menuju Taman Nasional Taroko dari Shangrila Leisure Farm.

Memasuki kawasan Taman Nasional Taroko, pemandangan semakin mempesona. Dinding yang menjulang tinggi di Taroko merupakan dinding marmer dan banyak bersarang burung walet. Air sungai yang mengalir di bawahnya berwarna biru. Batu-batuan di Taroko tidak boleh diambil dan dibawa pulang.

Wisatawan tak perlu mengeluarkan uang alias gratis untuk menikmati Taroko. Cara terbaik menikmati tebing dan jurang ini yakni turun dari bus dan berjalan kaki. Susurilah jalan di dipinggir jurang dan tengoklah ke bawah. Anda akan menemukan begitu jernihnya air sungai yang berwarna kebiruan mengalir di sela-sela bebatuan. Cara ini dilakukan karena bus dilarang parkir sembarangan. Ada tempat parkir khusus di Taroko dan itu pun tak boleh berlama-lama. Udara yang sejuk di Taroko semakin menambah semangat untuk mengenal lebih dekat lagi Taroko. Informasi lebih detail tentang Taman Nasional Taroko, dapat dilihat di http://www.taroko.gov.tw/English/.

Apr 17, 2012

Hotel Bersejarah Di Indonesia

Sejak tahun 1910, bumi Indonesia telah terkenal sebagai tempat wisata yang eksotik di seluruh dunia, terutama daratan eropa. Perkembangan wisata di Indonesia tidak bisa lepas dari perkembangan hotel-hotel yang merupakan tempat peristirahatan para wisatawan luar negeri. Hotel-hotel mewah tersebut berada di pulau Jawa, Medan, dan Makassar. Bagi anda yang igin menikmati sensasi sejarah saat berwisata, hotel berikut ini bisa menjadi alternatif tempat menginap anda dan keluarga.

Hotel Ambarukmo Palace, Yogyakarta
Hotel ini terletak di kawasan Pesanggrahan Ambarukmo. Pesanggrahan ini dibangun oleh Sultan Hameng Kubuwono V. Wilayah kebun raja menjadi area hotel sedangkan Balekambang sampai pendopo tetap utuh sebagai cagar budaya.

Hotel Majapahit, Surabaya
Hotel ini dibangun pada tahun 1910. Sekarang, hotel ini menjadi salah satu tempat tujuan wiasata di Surabaya. Salah satu kamar hotel ini ada yang namanya kamar merdeka, yaitu kamar yang digunakan Charlie Chaplin, seorang aktor terkenal pada tahun 1936. Kamar ini mempunyai ruang kamar tidur dan ruang tamu.

Hotel Salak The Heritage, Bogor
Hotel ini dibangun tahun 1856 dan diberi nama Bellevue Dibbets Hotel. Di tahun 1998, hotel tersebut kembali berganti nama menjadi Hotel Salak The Heritage dengan penambahan gedung-gedung baru. Gedung lama yang kaya akan sejarah dan arsitektur khas masa kolonial Belanda tetap dipertahankan.

Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta
Pada awal pendirian hotel, hotel ini dikenal sebagai Hotel Indonesia yang sering disingkat sebagai “HI”. Inilah gedung tertinggi pertama di Jakarta. Hotel ini dibangun dari hasil pampasan perang dengan Jepang.Hotel ini tak bisa lepas dari sosok Soekarno, presiden pertama Indonesia. Soekarno memang menjadi penggagas hotel tersebut. Di hotel terdapat restoran yang melegenda yaitu Signatures Restaurant.
Sumber : http://kompas.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons